Membongkar Perkembangan IoT Industri Konstruksi

Indobot Update

Membongkar Perkembangan Internet of Things di Industri Konstruksi
Membongkar Perkembangan Internet of Things di Industri Konstruksi

Halo Sahabat Minbot!

Hari ini, Minbot akan membahas perkembangan apa aja di industri konstruksi di berbagai negara termasuk Indonesia bidang Internet of Things (IoT).

Di era industri 4.0 seperti sekarang ini, perlu mengetahui perkembangan IoT di industri konstruksi baik di Indonesia maupun di luar negeri, dan mengetahui kesenjangan di antaranya. IoT merupakan salah satu bentuk penerapan dari prinsip interkoneksi pada revolusi industri 4.0. Oleh karena itu, yang membuat revolusi saat ini berbeda dibandingkan dengan sebelumnya. Di Indonesia sudah banyak yang menerapkan IoT pada kehidupan sehari-hari, tetapi pembahasan penerapan terkait industri kontruksi masih belum banyak.

Dilansir dari PBC Today, menyebutkan pada tahun 2030 industri konstruksi Indonesia akan menjadi pemain besar di peringkat ke-4 pada pasar dunia setelah China, USA, dan India. Untuk menunjang hal tersebut, membutuhkan lebih banyak lagi terobosan-terobosan baru untuk peningkatan produktivitas di bidang konstruksi. Tingkat inovasi di industri konstruksi Indonesia masih  rendah  sehingga diperlukan  upaya perbaikan.

 

Penerapan IoT pada Industri Konstruksi

Membongkar Perkembangan IoT Industri Konstruksi
Sumber : Canva

Penerapannya akan banyak berpengaruh pada lima ranah, antara lain:

1. Site Monitoring

Site monitoring merupakan bagian pada kontruksi untuk memastikan bahwa perkembangan proyek dan lingkungan dari konstruksi itu sendiri selalu membuat sesuai time schedule yang ada.

2. Machine Control

Machine control merupakan  sebuah sistem yang akan mempermudah pengendalian penggunaan mesin, seperti pemilihan periode maintenance, penggunaan bahan bakar, dan suhu mesin  sehingga  dapat  memperpanjang  penggunaan  mesin sekaligusmemperpanjang  umur mesin

3. Construction Safety

Construction safety akan berguna bagi project manageruntuk memeriksa pekerjadan lokasinya, serta dapat mengawasi  hal-hal  berbahaya  di  proyek  secara  efektif.

4. Fleet Management

Fleet Management dapat mengoptimalkan oleh project manager dan site supervisor untuk  melacak status, rencana, dan koordinat pengantaran bahan material. Penting bagi project manager untuk mengetahui  hal-hal  tersebut agar dapat langsung memperbarui jadwal apabila terjadi hal yang tidak terduga

5. Project Management

Project management akan mengatur indikator kunci pada sebuah proyek yaitu waktu, biaya, kualitas, dan cakupan dari sebuah proyek.

Whatsapp Indobot
Whatsapp Indobot

Belajar Elektronika, Arduino, dan IoT step by step dengan bantuan tangga belajar? Daftar sekarang dan dapatkan PROMO

Bagaimana Penerapan IoT di Berbagai Negara?

Cina termasuk negara yang banyak menerapkan construction safety dengan memfokuskan pada early warning system. Penggunaan early warning system dapat membantu deteksi awal potensi kecelakaan pada lingkungan konstruksi. Contohnya munculnya energi berbahaya terkait radiasi, panas, listrik, getaran, dan lain-lain. Dengan sistem yang baik dapat mengirim peringatan dengan durasi kurang dari satu detik dan dapat menaikkan angka kemungkinan keselamatan nyawa dan aset. Pemerintah Cina juga sangat mendukung penerapan IoT pada proyek konstruksi dengan bisa melihat dari adanya  suatu  sistem  manajemen  informasi, yang  disebut sebagai Construction  Information  Management  Service  Sharing (CIMSS). CIMSS ini bertujuan untuk membagikan informasi bangunan yang menggunakan IoT dengan melakukan pembayarannya untuk setiap pengguna.

Selain itu, UK termasuk negara yang banyak menggunakan fleet management. UK berupaya menanggulangi  masalah di sektor sumber daya manusia dengan memaksimalkan penggunaan  sensor  dan  meningkatkan  otomatisasi  pada  proyek  konstruksi. Salah satu contoh penerapannya  adalah  dengan  mengintegrasikan waktu truk  material  berangkat sehingga para pekerja di lapangan bisa lebih siap dan menggunakan sensor yang langsung berintegrasi dengan pembayaran. Dampaknya dapat melakukan pembayaran secara otomatis dan mengurangi keterlambatan pembayaran.

Jepang adalah negara sudah melaksanakan pertemuan Future Investment Conference untuk membahas tentang Smart Construction. Artinya merupakan transformasi digital pada industri kontruksi. Smart Construction akan memaksimalkan penggunaan IoT untuk mengumpulkan data dan  analisis, software akan memproses. Dengan begitu  akan  menciptakan informasi yang mampu mengoptimasi dan meningkatkan prosesnya bagi pengguna jasa konstruksi.

Sedangkan Korea Selatan pada tahun 2018 sudah merencanakan sebuah sistem yang mampu memaksimalkan teknologi smart construction pada tahun 2025 dan akan mengimplemetasikan sistem konstruksi yang sudah otomatis pada 2030 menurut koreabizwire.com. Ini didukung karena Korea Selatan termasuk negara pertama yang menggunakan internet.

Baca jugaBahasa Pemrograman Ini Yang Banyak di Gunakan Dalam Pengembangan IoT

 

Penerapan IoT Industri Kontruksi di Indonesia

Sejauh ini, penemuan penggunaan IoT pada industri konstruksi di Indonesia yang berhasil diinisiasi oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk di tahun 2017. Telah melakukan  pengembangan teknologi  dan wearable device hololens yang merupakan mixed reality smartglasses yang menggunakan sensor kontrol dengan gestur tubuh dan juga suara. Tujuan membuat alat ini sebagai media komunikasi dan koordinasi digital sehingga model BIM (Building Information Modeling) yang telah dibuat dapat dilihat menggunakan kacamata ini secara hologram. Menurut Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia (Asioti) Teguh Prasetya, akan ada 400 juta sensor IoT di Indonesia dan nilainya akan mencapai 350 triliun rupiah pada 2022. Ke depannya dapat memberikan manfaat kepada para pelaku konstruksi sebagai referensi dan dasar pertimbangan untuk kebutuhan penerapan IoT di Indonesia lebih baik. Sehingga mendukung perusahaan meningkatkan produktivitas, mengurangi keterlambatan, menghemat biaya, mengelola kompleksitas, meningkatkan keamanan, kualitas dan efisiensi sumber daya.

Buat mahasiswa minimal semester 5 yang ingin belajar Internet of Things, Kampus Merdeka dan Indobot telah kembali membuka program Studi Independent “Internet of Things (IoT) Engineer Camp”. Program ini diadakan untuk mengasah kemampuan mahasiswa baik soft skill dan hard skill di bidang IoT. Pastikan kamu ikut dan terdaftar di pddikti.kemdikbud.go.id untuk ikut kelasnya.

Buruan segera daftarkan diri kalian untuk mengikuti seleksi Studi Independent Internet of Things (IoT) Engineer Camp! Jangan lewatkan kesempatan ini ya, karena kesempatan baik tidak datang dua kali ya…

Internet of Things (IoT) Engineer of Camp
Internet of Things (IoT) Engineer of Camp

Daftarkan segera dirimu dan cek persyaratan lengkapnya melalui link berikut :

Ingin Tahu Program Kami Lebih Lanjut?

Silahkan isi Formulir Dibawah Ini untuk Diskusi dengan Tim Indobot Academy.

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar

whatsapp whatsapp