Ingin Belajar IoT? Inilah Perangkat yang harus Kamu Punya

Indobot Update

Halo teman-teman yang lagi pengen belajar Internet of Things.

Kalian sudah belajar sampai mana nih?

Buat kalian yang baru belajar IoT, kalian tentunya membutuhkan perangkat-perangkat tambahan untuk mendukung sistem IoT.

Seperti biasa, dalam tahap belajar, kita tidak perlu menggunakan barang mahal yang tidak variatif. Jadi yang Kita butuhkan adalah bahan yang terjangkau namun dapat terus divariasikan fungsinya.

Nah kali ini, kita akan membagikan ke teman-teman semuanya. Perangkat apa saja sih yang harus kita miliki untuk belajar IoT agar menjadi Expert? Yuk kita simak.

Internet of Things atau sering disingkat dengan IoT merupakan sebuah konsep atau program di mana suatu objek memiliki kemampuan untuk menerima atau mengirimkan data melalui jaringan tanpa  bantuan  komputer dan perangkat manusia. IoT dapat memantau dan mengontrol secara bersamaan. Tidak hanya itu, IoT juga dapat mengumpulkan, menganalisis dan lain sebagainya untuk mendukung aktivitas manusia.

IoT memanfaatkan koneksi internet untuk saling terhubung. Seperti yang kita tau, bahwa internet merupakan koneksi yang hanya terbatas dengan ada atau tidaknya jaringan. Selama masih ada, ketika kita menggunakan wifi yang berbeda (misalnya) atau kartu yang berbeda, internet akan selalu terhubung. Inilah yang menjadi kelebihan IoT, Kita dapat melakukan monitoring dan controlling sejauh apapun itu.

Perangkat utama dalam IoT adalah mikrokontroler, cloud, dan display (interface) bisa dalam bentuk display di komputer atau pun smartphone. Bahkan ketika kita ingin mengkomunikasikan 2 device mikrokontroler seperti sedang berhubungan dari jarak jauh pun dapat kita lakukan dengan sistem Iot.

Dalam tahap belajar, penuhilah minimal mikrokontroler, sensor, indikator/aktuator, cloud, display. Berikut ini rekomendasi dari kita sebagai project.

 

Belajar Elektronika, Arduino, dan IoT step by step dengan bantuan tangga belajar? Daftar sekarang dan dapatkan PROMO

NodeMCU ESP8266

NodeMCU ESP8266 merupakan salah satu jenis mikrokontroler yang memiliki fasilitas tambahan seperti wifi. Fasilitas bagian inilah yang jadi fokus dalam rekomendasi kita. Selain harganya yang murah, fasilitas wifi ini sangat dibutuhkan dalam belajar sistem IoT. Wifi inilah yang akan menghubungkan antara NodeMCU dengan koneksi internet. Jika teman-teman menggunakan mikrokontroler yang belum memiliki wifi, kalian harus menambahkan perangkat wifi. Jadi lebih ribet kan? hanya dengan NodeMCU, kalian sudah punya semuanya.

DHT11

Adalah rekomendasi untuk sensor ya. DHT11 merupakan sensor Suhu dan kelembaban ruangan. Sensor ini memiliki rate suhu antara 0 hingga 50 derajat C. Kenapa ini menjadi rekomendasi untuk jenis sensor? Sederhana saja, karena akurasi pembacaannya yang lumayan dengan harga yang terjangkau. Selain itu, DHT11 dapat membaca 2 hal sekaligus (suhu dan kelembaban). Sehingga ketika teman-teman ingin membuat variasi, kalian dapat menggunakannya. Oh iya, yang paling menarik lagi adalah sensor ini memiliki program yang tergolong mudah, karena sudah menggunakan library yang mudah dibaca.

Button

Merupakan perangkat yang sangat penting untuk belajar kendali. Button akan memiliki fungsi input pull up atau input digital yang dapat mengirimkan nilai 0 atau 1 ke mikrokontroler. Minbot sering menganggap button adalah salah satu sensor digital sesuai dengan fungsinya tadi. Dalam belajar IoT, button ini berfungsi sebagai kendali notifikasi atau sebagai bahan percobaan menggunakan if else sebelum menggunakan sensor dengan rate tertentu.Jadi Minbot sarankan untuk memastikan sensor digital ini ada dalam list perangkat kalian untuk belajar IoT.

baca juga: Rekomendasi Sensor Murah tapi Variatif untuk Belajar IoT Pemula

LED

Sepertinya LED ini tidak perlu dijelaskan lagi ya. Semuanya pasti sudah tau. LED berfungsi sebagai indikator atau jika LED ini memiliki jumlah yang banyak, dapat juga untuk belajar project running LED dengan program for. Tapi dalam IoT, biasanya LED ini hanya digunakan sebagai indikator saja. Jangan lupa untuk menambahkan resistor yang dipasang secara seri dengan LED untuk menghindari kerusakan. Sebagai indikator, kita juga dapat menggunakan buzzer dengan sistem yang sama, yaitu dengan digital (hidup atau mati).

Motor DC

Selanjutnya ada Motor DC. Motor DC ini dapat menjadi simulator dari aktuator atau bahkan menjadi aktuator itu sendiri. Motor DC juga dapat kita rubah kecepatannya dengan melakukan pengiriman PWM yang berbeda-beda. Jadi buat kalian yang ingin belajar menggerakkan sesuatu dengan perubahan nilai PWM, motor DC ini sangat bisa membantu dalam belajar. Oh ya, selain motor DC untuk belajar PWM, kita juga dapat menggunakan Buzzer,buzzer ini dapat mengeluarkan bunyi yang berbeda-beda sesuai dengan nilai PWM.

baca juga: Tutorial Project Internet of Things : Smart Control Temperatur untuk Rumah Keluarga Kecil (Ayah, Ibu, Baby) dengan Notifikasi Blynk

Itulah 5 perangkat dasar yang diperlukan untuk mengawali belajar IoT. Kalian boleh saja menambahkan perangkat sensor seperti LDR, Sensor jarak, atau bisa juga menambahkan sensor Gas MQ2 yang memiliki program yang cukup sulit dan banyak variasi. Kalian juga dapat menambahkan relay DC AC untuk belajar mengendalikan barang-barang yang sering kita jumpai seperti lampu, kipas angin, atauu yang lainnya.

Cloud untuk belajar IoT, dapat menggunakan Thingspeak, Blynk, Arduino IoT Cloud, dan masih banyak lagi cloud gratis. Buat kalian yang sudah punya perangkat di atas, sudah saatnya untuk mencoba ya. Jangan tunda-tunda. Semangat!

Mau belajar elektronika dasar? Arduino? atau Internet of Things? Ikuti kursus online Indobot Academy!

Ingin Tahu Program Kami Lebih Lanjut?

Silahkan isi Formulir Dibawah Ini untuk Diskusi dengan Tim Indobot Academy.

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar

whatsapp whatsapp