Menengok Teknologi IoT Pada Smart Farming Thailand

Indobot Update

Menengok Teknologi IoT Pada Smart Farming Thailand
Menengok Teknologi IoT Pada Smart Farming Thailand

Thailand sudah menerapkan smart farming pada bidang pertanian. Banyak usaha individu maupun kelompok yang menerapkan sistem ini. Kemudian salah satunya adalah Res-Q Farm yang mengembangkan adalah petani muda. Res-Q Farm ini kepemilikannya individu, yang mana sang pemilik mengembangkan aneka hidroponik dengan mengajak petani-petani muda untuk bergabung. Terjadi perbedaan antara pengembangan pertanian Thailand dengan Indonesia. Pengembangan pertanian Indonesia lebih untuk kelompok sehingga mampu membentuk korporasi. Sedangkan di Thailand, pengembangan individu maupun kelompok.

Macam-macam Smart Farming Thailand

Konsep yang dikembangkan oleh Res-Q Farm sama dengan yang ada pada Indonesia. Indonesia berfokus pada kebun berbetuk agrotourism. Res-Q Farm termasuk salah satu Young Smart Farmer (YSF) bentukkan dari DOAE. Secara keseluruhan kebun ini mirip dengan P4S (Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Swadaya) yang sudah ada pada Indonesia. Hanya saya kebun ini sudah mengandalkan teknologi solar sel di seluruh sisi kebunnya. Sehingga termasuk ke dalam pertanian ramah lingkungan dengan menggunakan energi terbarukan. Produk yang berhasil menghasilkan berupa sayuran hidroponik juga tidak terlihat jelas akan ke mana atau packing seperti apa. Jadi hanya terlihat instalasi hidroponiknya untuk belajar. Apalagi yang membedakan adalah Thailand sudah menggunakan panel surya sebagai sumber energi. Tetapi itu juga bisa berguna juga untuk Indonesia.

Selain Res-Q Farm, terdapat smart farmer yang berkembang oleh Wanita OTOP Melon Farm. Sistem ini dikembangkan oleh Mrs.Kheil selaku petani wanita pada komoditas unggulan melon organik. Dalam perjalanannya melakukan budidaya, Mrs. Kheil bertemu dengan dtac, operator mobile phone melalui fasilitasi DOAE. Setelah melalui rangkaian seleksi, Mrs. Kheil mendapatkan kesempatan menjadi pilot project implementasi IOT dari dtac berupa teknologi dan aplikasi yang mendukung usaha budidaya buah melon.

Dtac membantu memberikan tools yang akan menyelesaikan masalah melalui IT. OTOP Melon farming adalah salah satu kasus dilakukannya implementasi IoT untuk hasil yang lebih baik. Dtac memiliki hardware untuk membantu budidaya melon di mana sensor hardware terhubung ke aplikasi yang dapat memberikan informasi mengenai tindakan-tindakan yang perlu dilakukan terhadap perubahan agroekosistem.

Menengok Teknologi IoT Pada Smart Farming Thailand
Sumber : ervinasp.com

Setelah satu tahun penggunaan sistem IOT tersebut, Mrs Kheil bisa mengurangi kerusakan tanaman 40% dan mampu menambah income lebih dari 30%. Mrs Kheil hanya cukup menggunakan smartphone saja untuk memantau kondisi agroekosistem di masing-masing GH. Faktanya, Mrs.Kheil bukanlah lulusan pertanian. Namum lulusan marketing yang tertarik dengan budidaya melon. Dengan menggunakan konsep agro-ecotourism yang bermanfaat dalam sharing tentang dunia pertanian.

Whatsapp Indobot
Whatsapp Indobot

Belajar Elektronika, Arduino, dan IoT step by step dengan bantuan tangga belajar? Daftar sekarang dan dapatkan PROMO

Bagaimana Kemajuan Teknologi Thailand Mengubah Sektor Pertanian

dari opengovasia.com, pertanian selalu menjadi salah satu kegiatan ekonomi inti di Thailand, dengan lebih dari 40% pekerja Thailand yang bekerja di industri. Namun, sektor ini memberikan kontribusi untuk hanya 10% perekonomian dan mengalami penurunan. Untungnya, Thailand, pemerintahan mendukungnya, sedang mengembangkan teknologi baru untuk membantu mengubah industri pertaniannya.

Menurut Divisi Pengembangan Petani, program YSF telah menjadi rancangan untuk mengembangkan kemampuan usaha tani petani muda. Perkembangan Pendekatan program berdasarkan pada prinsip bahwa petani adalah pusat pengembangan dan bergantung pada proses berbagi pengetahuan dan membangun jaringan antar petani sebagai sarana pengembangan. Program tersebut telah berjalan setiap tahun pada setiap provinsi negara oleh Departemen Pertanian Perpanjangan (DOAE) sejak 2014.

Dampak Penggunaan Smart Farming

Sektor pertanian di Thailand menantang dalam banyak aspek. Sebagai ukuran pertanian rata-rata menurun dan peningkatan jumlah petani yang menua, kekurangan tenaga kerja pada sektor pertanian cenderung meningkat dari masa lalu, sedangkan permintaan akan pangan dunia meningkat. Petani kecil mau tidak mau harus beralih ke Smart Farming masa depan. Smart Farming adalah pendekatan baru untuk pertanian yang membantu memecahkan masalah dan keterbatasan populasi umur dan kekurangan tenaga kerja.

Smart Farming tidak hanya memiliki berbagai keuntungan bagi petani tetapi juga memiliki kendala saat menerapkan atau menerapkan pada sejumlah besar petani skala kecil yang menghadapi penuaan dan kurangnya pengetahuan teknis serta kurangnya modal. Dengan demikian, membutuhkan peningkatkan kesadaran penerimaan teknologi petani. Perlunya kerjasama dalam penelitian, penemuan, dan pengembangan pertanian cerdas teknologi yang cocok untuk petani harus mendapat dukungan oleh semua instansi terkait baik pemerintah, swasta sektor, dan lembaga pendidikan. Karena petani skala kecil memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal pertanian sumber daya dan keterampilan manajer pertanian, transfer dan pelatihan harus menjadi perhatian utama.

Selain itu, untuk menerapkan Smart Farming, pemerintah harus mendukung pertanian atau petani yang memiliki kemampuan tinggi dan teratas sebagai prioritas. Di Thailand, ada banyak petani pintar di seluruh negeri yang memiliki jaringan yang kuat untuk melakukan sistem percontohan dan memberikan kontribusi pelajaran ke peternakan lain. Kemudian, teknologi pengembangan harus mudah bagi petani untuk menggunakannya dengan biaya rendah, dan sesuai dengan pengetahuan dan usia mereka.

 

 

Buat mahasiswa minimal semester 5 yang ingin belajar Internet of Things, Kampus Merdeka dan Indobot telah kembali membuka program Studi Independent “Internet of Things (IoT) Engineer Camp”. Program ini berjalan untuk mengasah kemampuan mahasiswa baik soft skill dan hard skill pada bidang IoT. Pastikan kamu ikut dan terdaftar pada pddikti.kemdikbud.go.id untuk ikut kelasnya.

Buruan segera daftarkan diri kalian untuk mengikuti seleksi Studi Independent Internet of Things (IoT) Engineer Camp! Jangan lewatkan kesempatan ini ya, karena kesempatan baik tidak datang dua kali ya…

Internet of Things (IoT) Engineer of Camp
Internet of Things (IoT) Engineer of Camp

Daftarkan segera dirimu dan cek persyaratan lengkapnya melalui link berikut :

Ingin Tahu Program Kami Lebih Lanjut?

Silahkan isi Formulir Dibawah Ini untuk Diskusi dengan Tim Indobot Academy.

Baca Juga

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar

whatsapp