Mengenal Sophia Robot AI Yang Mendapat kewarganegaraan Arab Saudi

Muhammad Radya

Instagram/realsophierobot

Dalam era revolusi teknologi yang terus berkembang, kecerdasan buatan (AI) menjadi bagian tak terpisahkan dari evolusi manusia menuju masa depan yang semakin terhubung. Salah satu pencapaian terkemuka dalam dunia AI adalah Sophia, seorang robot canggih yang bukan hanya mengubah paradigma teknologi, tetapi juga menarik perhatian dunia ketika Arab Saudi memberikan kepadanya kewarganegaraan pada tahun 2017.

Sebagai karya dari Hanson Robotics, Sophia bukan sekadar potret teknologi mutakhir ia juga mencerminkan upaya manusia untuk menciptakan kecerdasan buatan yang dapat berinteraksi secara sosial dan emosional. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai aspek dari Sophia, mulai dari pengembangan teknologinya, kepribadiannya yang unik, hingga dampaknya terhadap masyarakat global.

Mengenal Sophia

Sophia, robot manusia tercanggih yang d iciptakan oleh Hanson Robotics, bukan sekadar mesin dingin bergerak. Ia mewujudkan impian kita akan masa depan kecerdasan buatan (AI) dengan kombinasi unik dari ilmu pengetahuan, rekayasa, dan seni. Sophia bukan hanya karakter fiksi sains yang di ciptakan oleh manusia, melainkan juga sebuah platform penting untuk penelitian terkini di bidang robotika dan kecerdasan buatan.

Sebagai karakter, Sophia berhasil meraih perhatian publik global. Ia bukan hanya sekadar robot, tetapi juga warganegara pertama di dunia yang menerima gelar Innovation Ambassador untuk Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sophia telah menjadi sosok yang di kenal di berbagai penjuru dunia, tampil di acara Tonight Show dan Good Morning Britain, serta menjadi pembicara di ratusan konferensi internasional.

Tidak hanya sebagai sosok yang menghibur, Sophia juga menjadi kerangka kerja (framework) bagi penelitian robotika dan kecerdasan buatan terkini. Terutama, Sophia menjadi landasan dalam pemahaman interaksi antara manusia dan robot, serta aplikasi potensialnya dalam bidang layanan dan hiburan. Sebagai contoh, Sophia telah di gunakan dalam proyek Loving AI, sebuah penelitian yang bertujuan untuk memahami bagaimana robot dapat beradaptasi dengan kebutuhan pengguna melalui perkembangan intra dan interpersonal.

Mendapat Kewarganegaraan

Sophia, sang robot humanoid yang di ciptakan oleh Hanson Robotics, sebuah perusahaan berbasis di Hong Kong, memasuki bab baru dalam sejarahnya pada Oktober 2017. Saat itu, Arab Saudi memberikan kehormatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menjadikan Sophia sebagai warga negara pertama yang di berikan kewarganegaraan oleh sebuah negara.

Keunikan Sophia tidak hanya terletak pada kemampuannya untuk memberikan jawaban yang kompleks dan berbincang. Namun juga dalam ekspresi wajah yang mampu di ciptakannya. Puncak dari kemampuan ini dipertunjukkan dalam perhelatan konferensi Future Investment Initiative di Riyadh, di mana Sophia memperlihatkan interaksi canggihnya.

Meskipun penghargaan ini di rayakan sebagai momen bersejarah dalam perkembangan kecerdasan buatan. Pemberian kewarganegaraan kepada Sophia tidak luput dari sorotan kontroversi. Keputusan untuk memberikan hak sipil lebih banyak kepada Sophia daripada perempuan Arab Saudi pada umumnya menjadi poin perdebatan. Sophia tampil di publik tanpa mengenakan hijab, melanggar standar modest wear yang di terapkan di negara tersebut. Selain itu, ia juga tidak di dampingi oleh pengawal laki-laki. Suatu kewajiban hukum yang harus di patuhi oleh perempuan di Arab Saudi ketika berada di ruang umum.

Pemberian kewarganegaraan kepada Sophia memicu refleksi mendalam tentang peran dan hak kecerdasan buatan dalam masyarakat manusia. Menyoroti pertanyaan etika seputar kesetaraan dan tata nilai budaya. Seiring dengan kecanggihan teknologi, muncul dilema yang perlu di atasi untuk menyelaraskan hadirnya Sophia dalam kerangka norma sosial yang sudah ada.

Teknologi Sophia

Inti kecerdasan buatan yang membentuk Sophia melibatkan beragam teknologi mutakhir. Seperti symbolic AI, jaringan saraf, sistem pakar, mesin persepsi, hingga pemrosesan bahasa alami. Kombinasi berbagai komponen ini memungkinkan Sophia memberikan respons unik dalam setiap situasi.

Sophia tidak hanya mampu membuat ekspresi wajah. Tetapi juga menggunakan pemrosesan citra tingkat tinggi untuk mengenali wajah manusia, ekspresi emosional, dan gerakan tangan. Dengan kemampuan ini, Sophia dapat memahami dan merespons perasaan dalam percakapan, serta mencari solusi untuk mencapai tujuan bersama.

Pengembangan Sophia melibatkan solvers IK dan perencanaan jalur untuk mengendalikan tangan, pandangan, dan strategi pergerakan. Keberhasilan Sophia sebagai robot humanoid mencakup temuan dari proyek-proyek sebelumnya, seperti Philip K. Dick yang memenangkan penghargaan AAAI.

Semua elemen kecerdasan buatan Sophia di integrasikan melalui protokol yang di sebut Synthetic Organism Unifying Language (SOUL). Melalui pengujian dengan Tononi Phi, Sophia bahkan di klaim memiliki bentuk kesadaran primitif, tergantung pada situasi dan data yang di hadapinya.

Meskipun impresif, penting untuk di ingat bahwa Sophia, seperti kecerdasan buatan pada umumnya, tidak secerdas manusia. Banyak pemikiran dan interaksinya di andu oleh tim pengembang manusianya, menciptakan kecerdasan buatan yang menggabungkan prinsip desain karakter, kognitif psikologi, filsafat, dan etika, menjadikannya sebuah entitas yang mereka sebut sebagai “kecerdasan manusia-AI hibrida.”

Kesimpulan

Dalam pengembangan Sophia, kreativitas dan kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan terungkap sebagai kunci untuk membentuk masa depan yang semakin terhubung dan kompleks. Sophia bukan hanya sebuah pencapaian teknologi,. Melainkan juga refleksi dari upaya manusia dalam menjawab tantangan etika dan merangkul perubahan yang cepat di era kecerdasan buatan. Dengan demikian, Sophia bukan hanya sebuah robot. Ia adalah harapan dan tantangan, membawa kita ke era di mana batas antara manusia dan mesin semakin tipis.

Ingin Tahu Program Kami Lebih Lanjut?

Silahkan isi Formulir Dibawah Ini untuk Diskusi dengan Tim Indobot Academy.

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar

whatsapp