Pengertian dan Konsep Fase Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Indobot Academy

konsep fase pembelajaran kurikulum merdeka
konsep fase pembelajaran kurikulum merdeka

Konsep Fase dalam Kurikulum Merdeka Belajar adalah pendekatan pendidikan yang mengedepankan kebebasan setiap peserta didik untuk mengatur sendiri pilihan belajarnya. Guru berperan sebagai penggerak yang memotivasi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dan keahlian mereka tanpa adanya paksaan.

Mengapa Menggunakan Sistem Fase Pembelajaran?

Dalam Kurikulum Merdeka, pemerintah memetakan tingkat kemampuan peserta didik dengan sistem fase capaian pembelajaran. Penggunaan sistem fase pembelajaran ini di sesuaikan dengan fase perkembangan anak secara psikologis. Adapun penerapan capaian pembelajaran dan pembagian fase tertuang dalam Keputusan Kepala BSKAP No. 033/H/KR/2022 menjadi acuan untuk capaian pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka.

Baca juga Proyek P5 Kurikulum Merdeka

Capaian Pembelajaran

pembelajaran adalah kompetensi pembelajaran yang harus di capai oleh peserta didik di setiap tingkat pendidikan. Capaian pembelajaran di tulis dalam bentuk paragraf yang memuat kompetensi, keterampilan, dan pengetahuan sebagai satu kesatuan yang saling berhubungan.

Urutan Fase Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka membagi capaian pembelajaran ke dalam enam fase dengan jangka waktu sesuai tingkat kompetensi peserta didik. Fase-fase ini menunjukkan tingkat kemampuan setiap peserta didik terhadap suatu pembelajaran. Setiap fase memiliki capaian pembelajaran yang berbeda-beda. Berikut adalah pembahasan tentang fase-fase yang ada dalam Kurikulum Merdeka.

Fase Pondasi

Fase Pondasi di peruntukkan bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Capaian pembelajaran pada fase ini di fokuskan pada capaian perkembangan yang mencakup enam aspek, yaitu perkembangan kognitif, sosial, emosi, fisik, motorik, dan seni. Fase Pondasi memiliki tiga elemen stimulasi, yaitu nilai agama dan budi pekerti, jati diri, serta literasi dan sains.

Fase ABC – Kurikulum Merdeka SD

pada tingkat Sekolah Dasar (SD) di bagi menjadi tiga, yaitu fase A, fase B, dan fase C. Setiap fase berlaku untuk dua tingkat kelas karena adanya sistem kelas multi usia di beberapa sekolah. Fase A dan fase B berbasis tematik, sedangkan fase C menyesuaikan kompetensi yang telah di kuasai oleh peserta didik.

Baca juga Contoh RPP Kurikulum Merdeka SD

Fase D – Kurikulum Merdeka SMP

D Kurikulum Merdeka di peruntukkan bagi jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Fase ini berlaku untuk kelas 7, 8, dan 9. Struktur kurikulum dan beban belajar dibagi ke dalam kelompok kelas 7-8 dan kelompok kelas 9 dengan alokasi waktu beberapa mata pelajaran yang berbeda.

Fase E dan F – Kurikulum Merdeka SMA/SMK/sederajat

Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), atau sederajat di bagi menjadi dua fase. Fase E diperuntukkan bagi kelas 10, di mana peserta didik dapat mengenali potensi dan bakat mereka. Fase F diperuntukkan bagi kelas 11 dan 12, di mana peserta didik dapat memilih mata pelajaran sesuai minat dan bakat mereka.

Pada Kurikulum Merdeka SLB, fase yang berlaku sesuai dengan tingkatan pada sekolah biasa.

Baca juga Kriteria Penerima Beasiswa PIP, Apa Saja?

Dengan pembagian fase dalam Kurikulum Merdeka, setiap peserta didik akan mendapatkan pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuannya, bukan hanya berdasarkan kelas. Hal ini memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk berkembang sesuai potensi dan minatnya.

Ingin Tahu Program Kami Lebih Lanjut?

Silahkan isi Formulir Dibawah Ini untuk Diskusi dengan Tim Indobot Academy.

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar

whatsapp whatsapp