Penggunaan Internet of Things untuk Mencegah Hama Babi

Indobot Academy

Sumber : https://unsplash.com/photos/414NZVxzc20?utm_source=unsplash&utm_medium=referral&utm_content=creditShareLink
Penggunaan Internet of Things untuk Mencegah Hama Babi

 

Indonesia merupakan negara yang masih memiliki wilayah hutan yang cukup luas. Banyak hutan Indonesia yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai lahan bertani maupun tempat tinggal.

Pada sebagian wilayah di Indonesia, kebanyakan masyarakat bermukim di sekitaran hutan, yang menyebabkan hidup berdampingan dengan fauna yang ada di dalam hutan tersebut.

Hal tersebut seringkali menimbulkan permasalahan, karena hewan yang bertempat tinggal di dalam hutan dapat merusak lahan pertanian milik warga.

Mengatasi hal tersebut, diciptakan perangkat pencegah hama babi hutan agar tidak dapat merusak lahan pertanian miliki warga.

Serangan Babi Hutan Rusak Lahan Perkebunan Ubi Kayu di Aceh 

Masyarakat di daerah Jantho Baru, Kabupaten Aceh besar mayoritas memiliki lahan pertanian di dekat hutan lindung.

Kondisi tersebut menyebabkan potensi serangan hama babi pada lahan pertanian milik warga semakin meningkat. 

Menurut data , perkebunan ubi kayu milik warga mengalami kerusakan hingga 90% akibat serangan babi hutan.

Serangan babi hutan pada perkebunan ubi kayu milik warga Jantho Baru tersebut tentunya mengakibatkan kerugian besar bagi para petani, karena produktivitasnya menurun.

Perangkat Berbasis IoT Cegah Serangan Babi Hutan

Mengatasi permasalahan yang ditimbulkan akibat serangan dari babi hutan di atas, tim Pusat Riset Telematika Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) menawarkan solusi untuk menanggulanginya.

Dikutip dari laman aceh.tribunnews.com, solusi yang diciptakan adalah pagar listrik bertenaga surya yang telah terintegrasi dengan Internet of Things.

Internet of Things karena memang dapat menunjang tingkat keamanan lahan pertanian dan perkebunan.

Penerapan pagar listrik berbasis Internet of Things tersebut di lahan ubi kayu milik mitra pengabdian di Gampong Jantho Baru, Kabupaten Aceh Besar.

Pagar listrik berbasis Internet of Things ini, akanlengkap dengan kamera dan pengeras suara yang dapat di monitoring dari jarak jauh menggunakan smartphone.

Pengeras suara tersebut berfungsi untuk mengusir babi hutan yang mendekati lahan perkebunan warga.

Banyak keuntungan akibat penggunaan perangkat pengusir babi hutan berbasis Internet of Things ini. Karena berbasis Internet of Things, semua operasional perangkat pengusir babi tersebut dapat  dari jarak jauh menggunakan smartphone.

Selain itu, kamera pengawas yang terpasang juga lengkap dengan sensor infra-red yang dapat menangkap gambar meskipun di malam hari.

Sistem pengamanan lahan dari babi hutan ini menggunakan listrik yang berasal dari tenaga surya, sehingga para petani tidak perlu khawatir akan terbebani dengan biaya listrik.

Wah menarik sekali ya inovasi tersebut!

Internet of Things memang dapat di berbagai sektor. Oleh karena itu, perlu pengembangan inovasi teknologi yang dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Penerapan Internet of Things pada berbagai perangkat juga dalam rangka mendukung revolusi industri 4.0 yang sedang gencarkan oleh pemerintah.

Kamu tertarik dengan teknologi Internet of Things? Yuk bergabung bersama Indobot Academy!

Bersama Indobot Academy, kamu dapat mempelajari Internet of Things meskipun tidak memiliki background di bidang teknik.

Indobot Academy menyediakan berbagai e-course dan workshop terkait Internet of Things yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari sektor pertanian, kesehatan, keamanan, dan dunia kuliner. Apabila kalian tertarik untuk belajar Internet of Things dengan mudah, silahkan kunjungi website indobot.co.id

Ingin Tahu Program Kami Lebih Lanjut?

Silahkan isi Formulir Dibawah Ini untuk Diskusi dengan Tim Indobot Academy.

Baca Juga

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar

whatsapp