Rekayasa Budidaya Jamur Menggunakan Internet of Things

Indobot Academy

Sumber : https://unsplash.com/photos/FSLmk8OBhtg?utm_source=unsplash&utm_medium=referral&utm_content=creditShareLink

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kesuburan serta iklim yang cocok untuk budidaya berbagai macam tanaman. Iklim tropis Indonesia juga menjadi salah satu faktor berbagai tanaman dapat tumbuh di Indonesia.

Kondisi tersebut membawa berbagai keuntungan bagi Indonesia, karena masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan bahan pangan ataupun sumber pendapatan dari hasil budidaya tanaman atau pertanian.

Salah satu komoditas pertanian yang menjadi unggulan Indonesia adalah jamur. Jamur dapat di budidayakan dengan mudah dan tumbuh dengan baik di Indonesia. Selain kemudahan dalam budidaya jamur, harga jual yang cukup tinggi juga membuat banyak masyarakat yang mencari pundi rupiah melalui budidaya jamur ini.

Meskipun banyak masyarakat yang telah membudidayakan jamur, rata-rata masih menggunakan teknologi konvensional, sehingga hasil produksi jamur belum maksimal.

Inovasi Internet of Things Bagi Petani Jamur

Melihat berbagai permasalahan yang dialami oleh petani jamur tersebut, Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di bidang Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Unit Kegiatan Mahasiswa Pengembangan Pengetahuan Politeknik Negeri Semarang (UKM PP Polines) menciptakan inovasi Internet of Things untuk merekayasa pembudidayaan jamur. 

Selain menciptakan perangkat rekayasa budidaya jamur, Tim dari Politeknik Negeri Semarang juga berhasil menciptakan perangkat monitoring suhu serta kelembaban ruang budidaya jamur. Tidak hanya itu, Tim dari Polines juga dapat melakukan pengontrolan utility pendukung dalam kegiatan budidaya jamur.

Penerapan penggunaan perangkat budidaya jamur berbasis Internet of Things ini diberikan oleh Tim dari Polines kepada petani jamur yang telah bermitra dengan pihak Universitas, yaitu Bapak Imam Puguh yang merupakan seorang petani jamur di Dusun Kepoh, Semarang.

Alasan memilih Bapak Imam Puguh karena beliau telah membudidayakan jamur sejak tahun 2016. Akan tetapi dalam pelaksanaannya masih menggunakan teknologi konvensional sehingga hasil budidayanya belum maksimal.

Hal tersebut sesuai dengan pernyataan dari Daffa, Ketua Tim UKM PP Polines yang dikutip dari laman krjogja.com mengatakan bahwa cara yang digunakan oleh Bapak Imam mengalami berbagai kendala, salah satunya waktu penyiraman kurang tepat, serta hasil dari pengukuran suhu dan kelembaban tidak akurat.

Dampak Tidak Sesuainya Prosedur Budidaya Jamur Terhadap Hasil Produksi

Jamur merupakan tanaman yang memerlukan beberapa penanganan khusus dalam kegiatan budidayanya. Seperti suhu dan kelembaban yang harus benar-benar di perhatikan agar panennya dapat memiliki kualitas yang baik.

Pada saat jamur mulai membentuk tubuhnya, memerlukan suhu di antara 27°-29°C dengan kelembaban 70-90%. Perekayasaan suhu dan kelembaban agar sesuai dengan kebutuhan hidup jamur apabila  secara konvensional akan tidak efektif serta menguras tenaga, selain itu juga belum tentu akurat.

Ketidak sesuaian suhu dan kelembaban dapat menciptakan kondisi kadar air yang terlalu tinggi, sehingga menyebabkan jamur menjadi sulit bertranspirasi. Sedangkan kondisi kadar air yang terlalu rendah juga dapat menyebabkan Miselia tidak dapat tumbuh dengan baik.

Akan tetapi, dengan menggunakan teknologi rekayasa budidaya jamur berbasis Internet of Things. Segala kegiatan mulai dari pengaturan suhu dan kelembaban serta hal lain yang dibutuhkan oleh jamur dapat diatur dengan mudah.

Yuk Ciptakan Berbagai Inovasi Berbasis Internet of Things!

Melihat berbagai permasalahan yang para petani alami akibat penggunaan teknologi konvensional. Sudah saatnya mulai beralih menggunakan teknologi modern seperti Internet of  Things.

Terlebih apabila kamu sendiri merupakan pelaku usaha di bidang pertanian. Penerapan perangkat budidaya berbasis Internet of Things akan sangat membantu pekerjaan.

Kamu ingin membuat berbagai inovasi di bidang Internet of Things untuk kehidupan sehari hari, tetapi masih bingung belajar dari mana? Yuk bergabung bersama Indobot Academy!

Bersama Indobot Academy, kamu akan mendapat pelajaran terkait Internet of Things sampai menjadi mahir!

Indobot Academy menyediakan berbagai e-course dan workshop terkait Internet of Things yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari sektor pertanian, kesehatan, keamanan, dan dunia kuliner. Apabila kalian tertarik untuk belajar Internet of Things dengan mudah, silahkan kunjungi website indobot.co.id/academy

Ingin Tahu Program Kami Lebih Lanjut?

Silahkan isi Formulir Dibawah Ini untuk Diskusi dengan Tim Indobot Academy.

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar

whatsapp whatsapp