5 Mata Uang Crypto Berteknologi IoT

Indobot Academy

mata uang crypto berbasis IoT

Dunia crypto currency beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan luar biasa ya Fanbot, dari awalnya pemerintah menolak keberadaan mata uang digital ini hingga akhirnya di ijinkan sebagai produk komoditas berjangka yang diatur pemerintah dan di awasi oleh Bappebti.

Menariknya, teknologi blockchain satu ini juga dapat di ntegrasikan dengan IoT, untuk melakukan mekanisme authentifikasi maupun pembayaran. Nah lalu ada gak sih token kripto yang berbasis IoT? Gimana kalau minbot bahas aja sekarang yuk

[lwptoc]

Jenis Mata Uang Crypto Berbasis IoT

Berdasarkan data dari CoinMarketCap ada setidaknya 57 mata uang kripto di pasaran berbasis IoT, nilai valuasinya pun bisa di bilang tidak main-main karena mencapai USD 3,371 miliar. Kita kenalan yuk sama koin IoT dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia kripto

Baca Juga Integrasi IoT di Dunia BlockChain

VeChain

VeChain adalah sebuah platform blockchain yang di rancang khusus untuk menyediakan solusi berbasis blockchain bagi industri dan bisnis. Platform ini fokus pada penggunaan teknologi blockchain untuk melacak dan memverifikasi aset fisik dalam rantai pasokan, memastikan transparansi, keaslian, dan keamanan data. Nilai valuasi VeChain saat ini adalah 1,42 miliar dollar, dan menempati posisi ke 38 dari nilai kapitalisasi market cryptocurrency.

VeChain di dasarkan pada teknologi blockchain yang terdesentralisasi, yang memungkinkan data yang tercatat dalam sistem menjadi tidak dapat di manipulasi. Hal ini membantu mengatasi masalah kepercayaan dalam rantai pasokan dan memberikan informasi yang dapat di verifikasi secara transparan kepada para pemangku kepentingan.

Salah satu fitur utama VeChain adalah penggunaan tag atau kode unik yang terhubung dengan aset fisik seperti produk atau barang. Tag ini memungkinkan informasi mengenai asal-usul, kualitas, dan riwayat aset tersebut tercatat dalam blockchain, yang dapat di akses oleh semua pihak yang memiliki akses yang sah. Misalnya, dalam industri makanan, VeChain dapat di gunakan untuk melacak asal-usul dan riwayat produk, mulai dari bahan baku hingga proses produksi dan pengiriman, sehingga memberikan kepercayaan dan keamanan bagi konsumen.

Selain itu, VeChain juga menyediakan layanan untuk pembuatan dan pelaksanaan kontrak pintar (smart contracts) di atas platform mereka. Kontrak pintar ini memungkinkan transaksi otomatis dan terprogram berdasarkan kondisi yang telah di tentukan, meningkatkan efisiensi dan keandalan dalam eksekusi transaksi.

VeChain juga memiliki token kriptocurrency bernama VET yang di gunakan sebagai alat tukar dan penghargaan di platform mereka. VET juga berperan dalam menjaga keamanan dan konsensus dalam jaringan VeChain.

VeChain telah membangun kemitraan dengan berbagai perusahaan dan institusi di berbagai sektor, termasuk industri logistik, manufaktur, perbankan, dan lainnya. Platform ini terus berkembang dan menyediakan solusi berbasis blockchain yang inovatif dan dapat di andalkan bagi industri dan bisnis di seluruh dunia.

IOTA

IOTA adalah sebuah kriptocurrency yang di desain khusus untuk mendukung Internet of Things (IoT). Di bandingkan dengan blockchain tradisional, IOTA menggunakan teknologi yang di sebut Tangle, yang merupakan struktur data berbasis Di rected Acyclic Graph (DAG). Tangle memungkinkan transaksi di lakukan secara skala besar dan cepat tanpa biaya transaksi. IOTA menempati posisi kapitalisasi pasar nomor 82 dengan nilai 511,48 juta USD.

Salah satu keunikan IOTA adalah bahwa penggunaannya tidak bergantung pada penambang atau pertambangan seperti yang terjadi pada blockchain tradisional. Sebagai gantinya, setiap pengguna yang ingin melakukan transaksi di jaringan IOTA harus memverifikasi dua transaksi sebelumnya. Dalam hal ini, semakin banyak pengguna yang terhubung, semakin cepat dan aman jaringan IOTA beroperasi.

Selain itu, IOTA memiliki fokus khusus pada konektivitas dan pertukaran data antara perangkat IoT. Platform ini memungkinkan transfer data dan nilai-nilai mikro antara perangkat yang terhubung. Hal ini berpotensi mendukung berbagai kasus penggunaan di berbagai industri seperti otomotif, logistik, manufaktur, dan sektor lainnya yang terkait dengan IoT.

Baca Juga Simak Perbedaan NFT dan Kripto

IOTA juga memiliki token kriptocurrency yang di sebut MIOTA, yang di gunakan sebagai alat tukar dan penghargaan dalam jaringan IOTA. MIOTA memiliki jumlah pasokan yang tetap dan tidak dapat di tambang, karena keseluruhan pasokannya telah di buat sejak awal.

JasmyCoin

Jasmycoin di kembangkan sebagai Japan’s Bitcoin yang mengkombinasikan teknologi blockchain dan IoT untuk menghadirkan infrastruktur data yang aman untuk semua orang. Seperti jenis koin IoT lain, Jasmy mendukung proses pembayaran dari pihak lain yang ingin menggunakan data dari perangkat IoT milik kita.

Data yang di generate oleh perangkat IoT akan di simpan di jaringan Jasmy dan memungkinkan pihak lain mengaksesnya dengan melakukan pembayaran berbasis kripto. Meski tidak ada di dalam 100 mata uang digital berkapitalisasi terbesar, namun nilai kapitalisasi JasmyCoin saat ini mencapai 231,8 juta dollar

IoTeX

IoTeX adalah sebuah proyek blockchain yang bertujuan untuk menyediakan infrastruktur yang aman dan skala besar untuk Internet of Things (IoT). Bertujuan untuk mengatasi beberapa tantangan yang di hadapi oleh IoT, seperti keamanan, privasi, interoperabilitas, dan skalabilitas.

Salah satu fitur utamanya adalah penggunaan arsitektur blockchain multi-layer yang terdiri dari tiga lapisan utama: lapisan jaringan, lapisan blockchain inti, dan lapisan aplikasi. Lapisan jaringan bertanggung jawab atas konektivitas perangkat IoT, lapisan blockchain inti di gunakan untuk menyimpan data transaksi dan menjalankan smart contract, sedangkan lapisan aplikasi memungkinkan pengembang untuk membangun aplikasi dan layanan di atas jaringan IoTeX.

IoTeX juga memperkenalkan konsep “trusted computing” untuk meningkatkan keamanan dan privasi dalam ekosistem IoT. Dengan menggunakan teknologi seperti enklave berbasis perangkat keras, IoTeX memastikan bahwa data sensitif di enkripsi dan di lindungi dengan aman, bahkan saat berada di lingkungan yang tidak tepercaya.

Selain itu, IoTeX memiliki kriptocurrency bernama IOTX yang di gunakan sebagai alat tukar dan insentif di jaringan. IOTX digunakan untuk membayar transaksi, memberikan insentif kepada penambang, dan memfasilitasi aktivitas ekonomi di dalam ekosistem IoTeX. Layanan kripto IoTeX saat ini memiliki valuasi market sebesar 213,8 juta dollar.

Nah, fanbot integrasi teknologi blockchain dan IoT ternyata menarik ya. Selain kalian nantinya bisa mengamankan security data yang di hasilkan. Kalian juga bisa menjual data dari perangkat IoT melalui jaringan blockchain. Yuk segera belajar menjadi seorang IoT Engineer terpercaya bareng Indobot Academy. Kalian bisa memilih Paket IoT Dasar Lanjutan untuk memulai masa depan kalian sebagai IoT Engineer.

 

Ingin Tahu Program Kami Lebih Lanjut?

Silahkan isi Formulir Dibawah Ini untuk Diskusi dengan Tim Indobot Academy.

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar

whatsapp