Alumni Startup Studio Berhasil Raih Pendanaan!

Indobot Update

Alumni Startup Studi Raup Pendanaan Hampir 1 Milyar!
Alumni Startup Studi Raup Pendanaan Hampir 1 Milyar!

Halo Fanbot! Alumni Startup Studio Raih Pendanaan Hampir 1 Milyar lho! Kamu sedang bingung mau buka usaha apa? atau bingung harus memulai dari mana? waduh, penasaran gak nih gimana sih caranya? yuk baca artikel ini sampai akhir ya.

[lwptoc]

Latar Belakang

Startup studio, atau juga dikenal sebagai venture builder, adalah jenis organisasi yang fokus pada membangun dan mengembangkan beberapa startup sekaligus. Mereka berbeda dengan modal ventura tradisional yang lebih fokus pada pendanaan dan investasi.

Startup studio Indonesia adalah studio yang beroperasi di Indonesia dan bertujuan untuk menciptakan, mengembangkan, dan mempercepat pertumbuhan startup. Mereka biasanya memiliki tim yang terdiri dari pengusaha, ahli teknologi, desainer, dan profesional lainnya. Bekerja sama untuk mengidentifikasi ide bisnis yang menjanjikan, merancang model bisnis yang solid, dan meluncurkan startup baru.

Startup studio Indonesia biasanya memberikan dukungan yang komprehensif kepada startup yang mereka bangun. Termasuk pembiayaan awal, bimbingan manajemen, pengembangan produk dan teknologi, pemasaran, dan akses ke jaringan dan mitra yang relevan. Mereka juga berfungsi sebagai inkubator atau akselerator bagi startup yang telah mereka bangun.

Baca Juga : Startup Unicorn Baru Andalkan Feeder Berbasis IoT

Dengan pendekatan ini, startup studio Indonesia bertujuan untuk meningkatkan peluang keberhasilan startup. Dengan mengurangi risiko dan memberikan sumber daya yang lebih besar dibandingkan dengan startup yang mandiri. Mereka juga dapat membantu dalam membangun ekosistem startup yang kuat di Indonesia dengan mempromosikan inovasi, kewirausahaan, dan kolaborasi antar-startup.

Startup Studio Indonesia (SSI)

Startup Studio Indonesia (SSI), program akselerator startup besutan pemerintah Indonesia, mengumumkan para alumninya telah mencatatkan pendanaan senilai USD 65,8 juta atau setara Rp 977,6 miliar.
Untuk melanjutkan kesuksesan program itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika membuka pendaftaran batch ke-7 di Mei 2023 untuk program akselerator startup tersebut.

Peran program Startup Studio Indonesia (SSI) adalah meningkatkan peluang alumninya untuk mendapatkan pendanaan dari investor. Caranya, dengan membantu para startup peserta bisa menemukan model produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar atau Product-Market Fit (PMF) modelling. Selain itu, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan jaringan dan belajar dari para pendiri startup terbaik di Asia.

Untuk batch ke-7, SSI akan melanjutkan misinya untuk mendukung perkembangan startup tahap awal di Indonesia dalam menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Caranya, SSI akan membantu peningkatan iterasi produk, model bisnis, dan meningkatkan retensi pengguna sebelum masuk fase scale up atau perluasan pasar.

Baca Juga : Startup Unicorn Baru Andalkan Feeder Berbasis IoT

Kominfo menargetkan SSI bisa mendukung perkembangan 150 startup tahap awal hingga 2024. Sampai batch ke-6, sudah ada 97 startup tahap awal yang dibina, dan jika pada batch ke-7 ada 18 startup. Artinya startup yang dibina akan mencapai 115.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan startup di Indonesia, tanpa menghiraukan lanskap teknologi yang penuh tantangan.

“Kami akan melakukan segala upaya untuk mendukung startup di Indonesia, terutama untuk startup tahap awal yang potensial melalui program Startup Studio Indonesia,” kata Semuel, dalam keterangan yang di terima detikINET, Senin lalu.

Kriteria

Beberapa kriteria utama bagi startup untuk berpartisipasi dalam program ini antara lain, berada dalam tahap pendanaan bootstrap, pre-seed, seed, dan pendanaan pra-Seri A, memiliki minimal 6 bulan traction dengan pertumbuhan sebesar 5% per bulan, memiliki potensi untuk melakukan perluasan pasar, dan memiliki di ferensiasi produk yang kuat.

Startup yang tertarik untuk bergabung dengan batch ketujuh SSI dapat mendaftar langsung di situs web Startupstudio.id. Untuk menyambut banyaknya startup potensial di Indonesia, program SSI batch ketujuh ini akan membuka kuota lebih banyak. Yakni 18 startup di bandingkan dengan 15 startup pada periode sebelumnya.

Baca Juga : Program Kolaborasi SMK dan Industri Membangun Startup

Mulai batch ke-7 ini SSI juga akan membantu peserta membuat model produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar atau Product-Market Fit (PMF) modeling. Nantinya, setiap peserta akan di bantu oleh seorang business analyst yang ditugaskan untuk membimbing startup.

Selain pemodelan PMF, SSI juga akan memfasilitasi startup yang berpartisipasi bahkan setelah program berakhir. Beberapa pilihan dukungan untuk alumni program SSI antara lain, sesi diskusi tambahan dengan para coach. Sampai peluang berkolaborasi dengan startup lainnya atau lembaga terkait,

Sejak program ini di rilis pada September 2020, rata-rata sekitar 30%-40% peserta dari setiap batch berhasil mencatatkan pendanaan tahap awal setelah program selesai. Bahkan, ada dua startup dari batch keenam yang baru selesai pun mencatatkan pendanaan baru.

Kedua startup dari program SSI batch keenam yang baru mendapatkan pendanaan itu antara lain, Baskit, startup manajamen rantai pasok yang mendapatkan pendanaan pre-seed senilai USD 1,5 juta pada Maret 2023. Lalu, ada Looyal, startup pengembang solusi customer relation management (CRM) juga mendapatkan pendanaan pre-seed pada Mei 2023.

Selama Program Berlangsung

Selama program SSI yang di dukung pemerintah Indonesia ini berjalan. Para peserta akan mendapatkan bimbingan selama 4 bulan dari 110 coach berpengalaman di dunia startup. Beberapa coach-nya antara lain, CEO & Pendiri Xendit, Moses Lo; CEO dan Co-Founder eFishery, Gibran Huzaifah; CEO dan Pendiri IDNTimes, Winston Utomo; CEO dan Co-founder Halodoc, Jonathan Sudartha; COO dan CEO Ad Interim Bukalapak, Willix Halim; dan Direktur Utama dan CCO Gopay, Budi Gandasoebrata.

“Kami selalu bertujuan untuk mendorong dan memfasilitasi kolaborasi antara peserta, alumni, dan coach untuk membangun ekosistem teknologi yang berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan misi kami untuk mempercepat ekonomi digital negara,” tutup Semuel.

Jadi gimana Fanbot? tertarik untuk mengikuti program ini dan didanai?

Ingin Tahu Program Kami Lebih Lanjut?

Silahkan isi Formulir Dibawah Ini untuk Diskusi dengan Tim Indobot Academy.

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar

whatsapp whatsapp