Contoh Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Jawa Halus

Indobot Academy

ucapan sungkem lebaran bahasa jawa dan artinya

Menjelang detik-detik peralihan Ramadan ke lebaran gimana nih Fanbot? Sudah belajar cara sungkem sama orang tua atau calon mertua belum? coba ikuti contoh ucapan sungkem lebaran Bahasa Jawa halus ini supaya tidak kehabisan kata-kata nanti.

Jadi meskipun kita hidup dalam keseharian modern dengan berbagai teknologi canggih seperti internet, AI, IoT dan cloud computing, ada saatnya kita tetap berpatokan pada peribahasa lama di mana bumi di pijak di situ langit di junjung.

Salah satu hal unik dan menjadi tradisi yang di lakukan masyarakat kita, khususnya di pulau Jawa adalah sungkeman kepada kedua orang tua. Sebagian masyarakat menganggap bahwa sungkeman ini wajib di lakukan, sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang lebih tua.

[lwptoc]

Bukan hanya ketika lebaran tiba, sungkeman biasanya juga di lakukan oleh kedua mempelai pengantin dalam acara pernikahan. Masyarakat suku Jawa biasanya sangat mengedepankan tradisi sungkem lebaran. Hal ini bahkan sudah di lakukan sejak zaman kerajaan dulu. 

Dari mana asalnya tradisi sungkeman ini dan seperti apa contoh ucapan sungkem lebaran Bahasa Jawa halus itu? Berikut ulasan selengkapnya:

Baca Juga Tips Hemat Mudik Lebaran 2023

Sungkeman Adalah

Kata sungkeman secara harfiah berasal dari bahasa Jawa, yaitu “sung” dan “keman”.  Sung memiliki makna di angkat atau terangkat. Keman memiliki makna untuk siapa.

Dalam praktiknya sendiri, sungkeman lebih mengarah pada suatu tradisi salam untuk penghormatan yang di lakukan masyarakat Jawa, sebagai pengakuan, rasa hormat kepada orang yang kedudukanya tinggi. Sungkeman ini biasanya di lakukan dengan merapatkan kedua telapak tangan tepat di depan dada. Setelah itu posisi badan di bungkukan, hingga kepala dan jidat menyentuh bagian tangan.

Bagi masyarakat suku Jawa, sungkeman merupakan tradisi yang terus di lestarikan hingga saat ini, termasuk dalam kegiatan hari raya idul fitri dan pernikahan. 

Sejarah Sungkeman di Jawa

Jika kita kembali ke sejarah, sungkeman sudah menjadi bagian yang sangat melekat dengan sejarah dan budaya Jawa itu sendiri.

Para sejarawan berpendapat, bahwa tradisi sungkeman ini sudah di praktekkan sejak zaman kerajaan Jawa yaitu pada abad ke-8 atau ke-9.

Di zaman itu, masyarakat Jawa sangat menghormati raja yang memimpin wilayahnya. Sebagai bentuk penghormatan, mereka melakukan upacara adat yang di lengkapi sungkeman.

Sebelum itu, sekitar abad ke-7, tradisi sungkeman ternyata sudah di praktikan juga dalam agama Hindu-Buddha di pulau Jawa. Menurut agama tersebut, bentuk penghormatan dan pengabdian kepada orang yang lebih tua atau yang memiliki kedudukan tinggi adalah hal yang wajib di lakukan.

Hingga kini, sungkeman juga sudah di anggap sebagai simbol toleransi, persatuan, dan juga penghargaan terhadap sesama. Contoh ucapan sungkem lebaran bahasa Jawa halus saling di ucapkan, sebagai sarana untuk mempererat hubungan sosial para individu dan kelompok dalam masyarakat yang besar.  

Cara Sungkem yang Benar

Sebelum kita membahas contoh ucapan sungkem lebaran bahasa Jawa halus, kita cari tahu dulu yuk cara sungkem dengan benar seperti berikut ini:

  • Berdiri dengan tegak dan rapatkan kedua kaki
  • Rapatkan kedua tangan yaitu telapak tangan kanan di atas telapak tangan kiri, dengan posisi tepat di depan dada.
  • Posisi badan di bungkukan dan bagian kepala dengan perlahan hingga jidat harus menyentuh punggung tangan
  • Saat membungkuk, jangan lupa untuk ucapkan salam atau ungkapan dengan bahasa halus. Dalam bahasa Jawa seperti “sugeng enjing”, “sugeng siang”, “matur nuwun”, dan sebagainya.
  • Setelah itu, angkat badan dengan perlahan lalu lepaskan kedua tangan yang sedang posisi sungkem tadi
  • Jika sungkeman dilakukan kepada kedua orang tua, maka bisa menambahkan kata-kata seperti “nggih” atau “sampun agung” sebagai tanda penghormatan dalam bahasa Jawa halus.
  • Tidak di sarankan untuk menatap mata kedua orang tua secara langsung, ketika sungkeman sedang di lakukan karena itu di anggap kurang sopan dalam adat Jawa
  • Biasakan untuk menghormati adat dan budaya yang berlaku di masyarakat setempat atau lingkungan kita, agar tidak melakukan kesalahan ketika sedang sungkeman

Cara sungkem yang benar mungkin berbeda-beda, sesuai dengan adat dan budaya yang berlaku. Sebaiknya kita hormati dan ikuti aturan adat yang berlaku di lingkungan kita. 

cara ngomong sungkem lebaran bahasa jawa

Contoh Ucapan Sungkeman Lebaran Bahasa Jawa Halus

Mungkin ada yang penasaran, apa sih yang diucapkan ketika orang sedang melakukan sungkeman baik saat lebaran maupun sungkeman pernikahan?

Sebagai orang yang lebih muda dan melakukan sungkem terhadap orang yang lebih tua, sebaiknya kita mengucapkan banyak terima kasih kepada orang yang lebih tua. 

Selain itu, kita juga bisa sembari mendoakan kedua orang tua, kerabat, dan saudara agar mereka diberikan kesehatan dan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan. 

Baca Juga Pengertian THR

Contoh Ucapan Sungkeman Lebaran Jawa Halus 1

Bagi yang ingin belajar, berikut ini contoh ucapan sungkeman lebaran bahasa Jawa halus beserta artinya dalam bahasa Indonesia:

Mugi-mugi Allah ta’ala paring rido lan kaslametan, mugi sedaya papan saha karsane kersa dipun ridhoi lan dipunijabahi. Sujud dhumat kang dados, manggih prasetyaning mriki kula nyuwun agung lan restu. Mohon maaf lahir lan batin.”

Artinya:

“Semoga Allah SWT memberikan ridho dan keselamatan, serta semoga tempat tinggal dan derajat semua orang direstui. Saya sungkem dan memohon restu dengan rendah hati, mohon maaf lahir dan batin.”

Ungkapan Sungkem Bahasa Jawa 2

Ngaturaken sugeng riyadi, nyuwun pangapunten sedoyo lepat, lepat ingkang di sengojo utawi mboten di sengojo, mugio saget dilebur ing dinten riyadi puniko. Nyuwun donga pangestu, mugi-mugi nopo ingkang dados cita-cita lan harapan kulo saget kabul kalian Allah SWT.” 

Artinya:

“Saya ucapkan selamat lebaran, minta maaf atas segala kesalahan, baik yang di sengaja atau tidak disengaja, semoga dimaafkan di hari lebaran ini. Saya juga meminta doa restu, semoga semua yang diinginkan, cita-cita dan harapan saya segera kabul oleh Allah SWT.”

Contoh Sungkem Lebaran Bahasa Jawa 3

“Ngaturakeun wilujeung Idul Fitri nyuwun agunging pangapunteun, mugi kito kanugrahan jatining fitrah saking gusti ingkang Moho Pemurah.”

Artinya:

“Selamat Hari Raya Idul Fitri minta maaf sebesar-besarnya, semoga kita di berikan kesucian diri dari yang maha pemurah.”

 Sungkeman Jawa Krama Madya 4

“Kula rumaos kathah tindakan utawi tembung-tembung ingkang kula aturakeun nyakiti panggalih Bapak/Ibu. Kula nyuwun pangapunten inggil sedaya lampahan ingkang kula tindakaken kaliyan sengaja utawi mboten sengaja.”

Artinya:

“Saya menyadari banyak perilaku maupun kata-kata yang saya ucapkan menyakiti hati Bapak/Ibu. Saya meminta maaf atas segala perbuatan yang saya lakukan sengaja atau tidak sengaja.”

Sungkeman Bahasa Krama Inggil 5

Kulo ngaturaken sembah ngabekti dhateng panjenengan, ugi nyuwun pangapunten ing sadeleme manah dumateng sedaya agengipun kalepatanipun tindak tanduk ingkang katingal menapa mboten katingal. Mugi-mugi Allah ngalebur dosa kulo lan panjenengan ing dinten riyaya meniko.”

Artinya:

“Saya meminta maaf pada Anda, meminta maaf yang sebesar-besarnya atas semua kesalahan, serta tingkah laku yang mungkin di sengaja maupun tidak. Saya berdo’a semoga Allah menghapus doa saya dan Anda di hari raya yang berbahagia ini.”

Dengan adanya contoh ucapan sungkem lebaran bahasa Jawa halus ini, kita bisa lebih khusyuk berdo’a dan melakukan sungkem saat lebaran nanti. 

Tradisi sungkeman seperti ini, mungkin tidak di lakukan oleh semua masyarakat Jawa saat ini. Tetapi sebagian masyarakatnya masih menggunakan tradisi unik lebaran tersebut. 

Akhir kata keluarga besar Indobot mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah, Mohon maaf lahir dan bathin

Ingin Tahu Program Kami Lebih Lanjut?

Silahkan isi Formulir Dibawah Ini untuk Diskusi dengan Tim Indobot Academy.

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar

whatsapp