IoT Bantu Implementasi Zero Overloading Truk Muatan

Indobot Academy

truk overloading melewati jembatan timbang
truk overloading melewati jembatan timbang

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menerapkan kebijakan Zero Over Dimension Zero Overloading (Zero ODOL) mulai Januari 2023. Namun, upaya pemerintah dalam membangun Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) belum sepenuhnya berhasil mengoptimalkan kampanye Zero ODOL di Indonesia.

Truk Overloading Penyebab Kerusakan Jalan

Truk kelebihan muatan atau truk dengan Overloading (ODOL) dapat menyebabkan kerusakan pada infrastruktur jalan. Muatan berlebihan akan memberikan tekanan yang berlebihan pada jalan dan dapat mempercepat kerusakan permukaan jalan, mengikis lapisan aspal, dan menyebabkan retak atau rusaknya struktur jalan.

Dalam laporan-laporan sebelumnya, diketahui bahwa truk kelebihan muatan merupakan masalah serius di Indonesia. Beberapa studi menunjukkan bahwa persentase truk yang kelebihan muatan di Indonesia cukup tinggi. Truk-truk dengan muatan berlebihan tidak hanya berdampak negatif terhadap kondisi jalan, tetapi juga menyebabkan peningkatan risiko kecelakaan lalu lintas.

UPPKB, yang merupakan mekanisme jembatan timbang yang dioperasikan secara manual, masih menyisakan celah untuk manipulasi dalam proses administrasi dan pendataan muatan kendaraan, sehingga mengurangi efektivitas inisiatif Zero ODOL.

Perkenalkan Jembatan Timbang Berbasis IoT

Menyadari tantangan ini, Alwy Herfian S, CEO PT Widya Matador Inovasi, mengambil inisiatif untuk memperkenalkan solusi jembatan timbang inovatif berbasis Teknologi Internet of Things (IoT).

Widya Matador, perusahaan teknologi asal Yogyakarta, telah mengembangkan teknologi jembatan timbang WiBridge dengan tujuan untuk memberikan solusi yang tepat dan kemudahan dalam menertibkan truk-truk yang melakukan Overloading (ODOL) melalui sistem otomatisasi.

Baca Juga Jenis Sensor untuk Timbangan Digital

Teknologi ini mampu menyusun sistem yang mengotomatisasi pengukuran berat kendaraan tanpa perlu adanya operator. Sehingga meminimalkan potensi kecurangan yang di lakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Di ciptakannya teknologi WiBridge ini karena kami melihat kendaraan yang membawa muatan berlebihan masih bisa melintas dan beroperasi meskipun telah di wajibkan melakukan pengukuran,” tutur Alwy dalam keterangannya.

Alwy melanjutkan, “Kendaraan yang membawa muatan berlebihan tidak hanya memicu kecelakaan, tetapi juga merusak kondisi jalan dengan cepat. Di lapangan, masih banyak armada pengangkut yang melakukan pelanggaran saat menimbang muatan dengan mengabaikan administrasi armada yang sering kali mengabaikan dokumen. Sehingga seringkali terjadi administrasi yang mencurigakan dan tidak sesuai.”

Baca Juga Timbangan Digital untuk Peternakan

WiBridge sendiri di lengkapi dengan indikator LED yang berfungsi untuk memberi tanda kepada pengemudi saat melakukan proses penimbangan. Selain itu, jembatan ini juga di lengkapi dengan pemindai barcode dan kartu identitas pengemudi yang dapat menginformasikan data kendaraan. Termasuk asal kendaraan secara otomatis.

Hal ini terjadi karena sistem WiBridge telah terintegrasi dengan sistem ERP melalui laporan dashboard dan dapat di akses melalui monitor analitik. Dengan demikian, pengawasan menjadi lebih efektif dan meminimalkan kecurangan saat proses penimbangan. Sehingga tidak ada lagi kerugian negara akibat ODOL yang menyebabkan kerusakan jalan.

Ingin Tahu Program Kami Lebih Lanjut?

Silahkan isi Formulir Dibawah Ini untuk Diskusi dengan Tim Indobot Academy.

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar

whatsapp