IoT Sektor Pertanian Indonesia Mendapatkan Penghargaan

Indobot Academy

[lwptoc]

Kembangkan Teknologi IoT di Sektor Pertanian, Indonesia Raih Penghargaan dari International Rice Research Institute

International Rice Research Institute merupakan lembaga penelitian international yang fokus pada komoditas padi. Lembaga ini dikenal karena keberhasilannya dalam mengembangkan varietas padi. Berkontribusi terhadap revolusi hijau sehingga bisa mencegah kelaparan di Asia pada 1960-an.

Lembaga yang berdiri pada tahun 1960 ini bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dan kelaparan, meningkatkan kesehatan petani dan konsumen beras, serta memastikan keberlanjutan lingkungan pertanian padi. 

Ditahun 2022 ini, sebagai kado kemerdekaan ke-77, Indonesia berhasil meraih penghargaan dari International Rice Research Institute atas keberhasilannya mencapai swasembada beras dan meningkatkan sistem ketahanan pangan dengan baik. Penghargaan diberikan langsung oleh Direktur Jenderal IRRI Jean Balie ke Presiden Indonesia Joko Widodo.

Baca Juga : Kebutuhan SDM IoT Tinggi, Tetapi Talenta Masih Minim

Pertumbuhan Sektor Pertanian 

Indonesia terus berkomitmen menjaga ketahanan pangan nasional dan telah berhasil meningkatkan produksi padi secara signifikan sehingga mencapai swasembada beras. Selain itu, Indonesia juga menciptakan sistem pertanian-pangan yang tangguh hasil dari komitmen Pemerintah yang bekerja sama dengan seluruh lapisan masyarakat. Komitmen di antaranya tersebut terwujud dalam pembangunan bendungan, embung, varietas unggul baru, pemupukan berimbang, mekanisasi pertanian, pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan penyuluhan pertanian.

Sektor pertanian pada tahun 2021 tumbuh 1,84 persen (yoy) dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar 13,28 persen. Kemudian pada Q2-2022, sektor pertanian menunjukan konsistensi dengan pertumbuhan positif 1,37 persen (yoy) dan berkontribusi 12,98 persen terhadap perekonomian nasional.

Dari sisi benih, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi Subang. Telah menghasilkan Inpari 32 dan Inpari 42 dengan produktivitas mencapai 12 ton/Ha. Hal tersebut terus di dorong konsistensinya dan di implementasikan pada skala besar.

Penanganan pasca panen dengan pembangunan rice milling unit dan silo modern. Baik swasta maupun Perum BULOG, serta penerapan klaster bisnis padi.

Inovasi Teknologi IoT

Pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi pertanian melalui digitalisasi pertanian yakni penerapan Internet of Things (IoT), robot construction, dan Artificial Intelligence (AI) untuk pengembangan Agriculture War Room (AWR), dan otomatisasi mekanisasi pertanian.

 

Ingin Tahu Program Kami Lebih Lanjut?

Silahkan isi Formulir Dibawah Ini untuk Diskusi dengan Tim Indobot Academy.

Baca Juga

Bagikan:

Satu pemikiran pada “IoT Sektor Pertanian Indonesia Mendapatkan Penghargaan”

Tinggalkan komentar

whatsapp