Perbedaan Sensor Aktif dan Pasif, Simak Penjelasannya!

Indobot Academy

Pengertian perbedaan sensor aktif dan pasif

mHalo Fanbot, dalam dunia Internet of Things, penggunaan sensor merupakan hal yang sangat penting. Sensor sendiri di bagi menjadi dua yaitu sensor aktif dan pasif. Ini emerlukan sumber daya eksternal untuk menghasilkan sinyal keluaran, sedangkan sensor pasif tidak memerlukan sumber daya eksternal dan menghasilkan sinyal keluaran dari perubahan karakteristik atau sifat fisik bahan sensor saat terkena lingkungan atau stimulus fisik tertentu.

Sensor di gunakan dalam skala luas, mulai dari aplikasi smart device sampai ke penginderaan jarak jauh berbasis satelit, seperti Lidar, teleskop ruang angkasa James Webb dan masih banyak lagi.

Yuk kita berkenalan lebih jauh mengenai dua sensor ini

[lwptoc]

Pengertian Sensor Aktif

Sensor aktif adalah jenis sensor yang memerlukan sumber daya eksternal untuk menghasilkan sinyal keluaran. Sumber daya eksternal tersebut dapat berupa baterai, daya listrik, atau sumber energi lainnya yang di gunakan untuk menggerakkan komponen sensor dalam menghasilkan sinyal keluaran.

Contoh sensor aktif adalah sensor tekanan, sensor suhu, sensor gerakan, dan sensor kecepatan. Dalam sensor tekanan, misalnya, sebuah sinyal listrik di hasilkan ketika tekanan fisik di terapkan pada sensor. Namun, untuk menghasilkan sinyal tersebut, sensor tekanan membutuhkan sumber daya eksternal, seperti baterai atau daya listrik.

sensor ping ultrasonik
Sensor ping ultrasonik HC SR04 contoh sensor aktif yang memerlukan daya tambahan

Keuntungan dari sensor aktif adalah kemampuannya untuk menghasilkan sinyal keluaran yang akurat dan stabil. Hal ini karena sinyal keluaran dihasilkan oleh komponen sensor yang digerakkan oleh sumber daya eksternal, sehingga menghasilkan sinyal yang lebih kuat dan lebih stabil di bandingkan dengan sensor pasif. Sensor aktif juga lebih cocok di gunakan dalam lingkungan yang keras atau berat karena kemampuannya untuk menghasilkan sinyal yang kuat dan stabil dalam kondisi yang ekstrem.

Baca Juga Jenis jenis Sensor IoT

Namun, kelemahan dari sensor aktif adalah bahwa mereka membutuhkan sumber daya eksternal, yang dapat menambah biaya dan kompleksitas pada perangkat. Selain itu, sensor aktif juga lebih besar dan lebih berat di bandingkan dengan sensor pasif, yang dapat membatasi aplikasi mereka dalam beberapa kasus.

Dalam aplikasi yang berbeda, penggunaan sensor aktif tergantung pada tujuan dan persyaratan sistem yang di gunakan. Sensor aktif biasanya digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan akurasi dan kestabilan sinyal yang tinggi, seperti dalam sistem kontrol industri, kendaraan, dan peralatan medis.

Pengertian Sensor Pasif

Sensor pasif adalah jenis sensor yang tidak memerlukan sumber daya eksternal untuk menghasilkan sinyal keluaran. Sinyal keluaran dihasilkan dari perubahan karakteristik atau sifat fisik bahan sensor saat berada di bawah pengaruh lingkungan atau stimulus fisik tertentu, seperti suhu, tekanan, cahaya, atau medan magnetik.

Contoh sensor pasif adalah sensor suhu termokopel, sensor tekanan piezoelektrik, dan sensor cahaya fotodioda. Dalam sensor suhu termokopel, misalnya, sinyal listrik dihasilkan oleh dua kawat logam yang berbeda panjang yang dihubungkan bersama pada satu ujung dan dipanaskan pada ujung lainnya.

sensor pasif thermocouple
Thermocouple salah satu jenis sensor suhu pasif

Ketika suhu lingkungan berubah, perbedaan panjang kawat logam menyebabkan perbedaan potensial yang diukur sebagai sinyal keluaran.

Baca Juga Membuat Termometer LM35 dengan Blynk IoT Nodemcu ESP8266

Keuntungan dari sensor pasif adalah mereka tidak memerlukan sumber daya eksternal, sehingga tidak perlu di beri daya listrik atau baterai. Hal ini membuat mereka lebih kecil, lebih ringan, dan lebih mudah di gunakan dalam lingkungan yang tidak memiliki sumber daya listrik atau dalam aplikasi yang memerlukan perangkat yang hemat energi. Selain itu, sensor pasif juga memiliki waktu hidup yang lebih lama karena tidak memerlukan pergantian baterai atau pengisian daya.

Namun, kelemahan dari sensor pasif adalah sinyal keluaran yang di hasilkan cenderung lemah dan tidak stabil karena sifat atau karakteristik fisik bahan sensor yang berubah-ubah seiring dengan pengaruh lingkungan atau stimulus fisik tertentu. Hal ini dapat menghasilkan sinyal yang kurang akurat dan perlu di kalibrasi secara berkala untuk menjaga akurasi pengukuran.

Dalam aplikasi yang berbeda, penggunaan sensor pasif tergantung pada persyaratan dan tujuan sistem yang di gunakan. Sensor pasif biasanya di gunakan dalam aplikasi yang memerlukan perangkat yang kecil, hemat energi, dan mudah di pasang, seperti dalam sensor suhu, sensor tekanan, dan sensor cahaya.

Perbedaan Sensor Aktif dan Sensor Pasif

Pengertian perbedaan sensor aktif dan pasif

Sensor aktif dan sensor pasif adalah dua jenis sensor yang berbeda dalam cara kerja dan karakteristik. Dalam aplikasi yang berbeda, penggunaan sensor aktif atau pasif tergantung pada persyaratan dan tujuan sistem yang digunakan.

Baca Juga Alat Pendeteksi Kebakaran dengan Sensor MQ2

Sensor aktif biasanya di gunakan dalam aplikasi yang memerlukan tingkat akurasi yang tinggi dan sensitivitas yang lebih baik, seperti dalam sensor penginderaan jarak, sensor suhu, dan sensor tekanan. Sedangkan, sensor pasif biasanya di gunakan dalam aplikasi yang memerlukan perangkat yang kecil, hemat energi, dan mudah di pasang, seperti dalam sensor suhu, sensor tekanan, dan sensor cahaya. Berikut adalah perbedaan antara sensor aktif dan pasif secara lengkap:

Sumber Daya

Sensor aktif memerlukan sumber daya eksternal, seperti daya listrik atau baterai, untuk menghasilkan sinyal keluaran. Sumber daya ini di gunakan untuk mengaktifkan komponen aktif pada sensor, seperti penguat sinyal atau sirkuit pengubah. Sedangkan, sensor pasif tidak memerlukan sumber daya eksternal dan menghasilkan sinyal keluaran dari perubahan karakteristik atau sifat fisik bahan sensor saat terkena lingkungan atau stimulus fisik tertentu.

Daya Listrik

Sensor aktif membutuhkan daya listrik untuk mengaktifkan sensor dan memperkuat sinyal keluarannya. Hal ini membuat sensor aktif lebih sensitif dan akurat daripada sensor pasif. Namun, sensor aktif juga membutuhkan lebih banyak daya dan memiliki waktu hidup yang lebih pendek karena kebutuhan daya yang tinggi. Sementara itu, sensor pasif tidak membutuhkan daya listrik dan memiliki waktu hidup yang lebih lama. Ini karena tidak memerlukan pergantian baterai atau pengisian daya.

Akurasi

Sensor aktif cenderung lebih akurat karena memiliki penguat sinyal yang memperkuat sinyal keluaran dan mengurangi kebisingan yang tidak di inginkan. Namun, sensor aktif juga lebih mahal dan membutuhkan perawatan yang lebih rumit daripada sensor pasif. Sedangkan, sensor pasif memiliki sinyal keluaran yang lebih lemah dan kurang stabil karena sifat atau karakteristik fisik. Bahan sensor yang berubah-ubah seiring dengan pengaruh lingkungan atau stimulus fisik tertentu. Hal ini dapat menghasilkan sinyal yang kurang akurat dan perlu di kalibrasi secara berkala untuk menjaga akurasi pengukuran.

Baca Juga Mengenal Jenis Sensor Gas

Ukuran dan Bentuk

Sensor aktif cenderung lebih besar dan lebih berat daripada sensor pasif karena memiliki komponen elektronik tambahan untuk mengaktifkan sensor. Sedangkan, sensor pasif lebih kecil, lebih ringan, dan lebih mudah di gunakan dalam lingkungan.

Buat kalian yang ingin belajar menerapkan sensor dalam kehidupan sehari-hari melalui aplikasi IoT bisa banget belajar bareng Indobot. Klik banner berikut atau hubungi admin untuk mendapatkan harga khusus.

 

iot master class

Klik Link di samping untuk klaim promo :  

Ingin Tahu Program Kami Lebih Lanjut?

Silahkan isi Formulir Dibawah Ini untuk Diskusi dengan Tim Indobot Academy.

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar

whatsapp whatsapp