Usai Bocorkan Data Ke AI, Samsung Larang Staff Pakai ChatGPT

Indobot Update

Secara tegas, Samsung melarang karyawannya untuk menggunakan berbagai macam perangkat kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT dengan memberikan ancaman yang tidak main-main yaitu sanksi pemecatan bagi yang melakukan pelanggaran.

[lwptoc]

Alasan Munculnya Kebijakan

Hal tersebut di akukan perusahaan untuk memberikan pemberitahuan dan sebuah ultimatum bagi seluruh karyawannya agar mengindahkan peraturan perusahaan. Dengan tujuan meminta supaya karyawan tetap dengan tekun mematuhi pedoman keamanan kami dan kegagalan untuk melakukannya dapat mengakibatkan pelanggaran atau kompromi informasi perusahaan.

Demi menjaga privasi perusahaan dan data terkait yang bersifat privat, pimpinan Samsung mengutarakan hal tersebut. Kebijakan dan peraturan ini tidak semata-mata terjadi begitu saja.

Sebelumnya, sudah terdapat tiga karyawan Samsung yang tak sengaja membocorkan informasi sensitif soal perusahaan ke ChatGPT. Hal itu, terjadi saat para karyawan menggunakan ChatGPT untuk membantu pekerjaan mereka.

Baca Juga : Direktur Berbasis AI (Artificial Intelligence), Memangnya Bisa?

Penggunaan ChatGPT sangat berbahaya bagi Samsung karena mereka merupakan perusahaan besar dan terkenal yang memiliki banyak informasi sensitif yang sepatutnya tidak di ketahui oleh khalayak umum, apalagi ChatGPT yang bisa memberikan hasil bocornya data perusahaan.

Posisi Karyawan Samsung

Dikutip dari Mashable, tiga karyawan itu berasal dari divisi semikonduktor Samsung. Divisi tersebut memang membolehkan para insinyurnya menggunakan ChatGPT untuk mengecek kode sumber.

Baca Juga : Editor Asal Indonesia Viral! Garap Project AI Video Genshin Jalex Rosa

Sayangnya, ketiga karyawan itu menggunakan ChatGPT dengan ceroboh. Mereka membocorkan antara lain kode sumber rahasia ke kolom obrolan (chat) ChatGPT untuk menguji kesalahan.

Menanggapi kebocoran ini, Samsung telah memberitahu para karyawannya di salah satu divisi terbesar tentang kebijakan baru penggunaan AI.

Di lansir Bloomberg, Samsung khawatir data yang telah tersebar ke platform AI seperti Google Bard dan Bing di simpan dalam server eksternal.

Perusahaan yang berbasis di Suwon, Korea Selatan, itu merasa data tersebut akan sulit di hapus dan dikembalikan hingga bisa di gunakan oleh pihak lain.

Samsung juga mengadakan survei bulan lalu tentang penggunaan AI secara internal. Dari survei tersebut, 65 persen responden meyakini perangkat AI memiliki risiko keamanan.

Samsung bukan satu-satunya perusahaan teknologi besar yang mengekspresikan kekhawatirannya soal AI. Pada Februari lalu, beberapa bank di Wall Street seperti JP Morgan Chase & Co., Bank of America Corp. Dan Citigroup Inc melarang atau membatasi penggunaan ChatGPT.

Baca Juga : Pengertian Data Science, Proses dan Manfaatnya

Italia bahkan telah melarang penggunaannya lantaran kekhawatiran soal privasi.

Di sisi lain, Samsung di sebut tengah mengembangkan perangkat AI mereka sendiri untuk menterjemahkan dan merangkum dokumen serta pengembangan perangkat lunak.

Ingin Tahu Program Kami Lebih Lanjut?

Silahkan isi Formulir Dibawah Ini untuk Diskusi dengan Tim Indobot Academy.

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar

whatsapp